Make Top Rank Blog

Jumat, 28 Agustus 2015

Herpes



Saya salah seorang penderita Herpes, sejak 2 tahun silam dan sampai saat ini saya masih digerogoti penyakit ini. Menyakitkan memang,  betapa tidak – sering kali  badan saya terasa gatal – terlebih lagi bila berkeringat dan manakala saya garuk yang gatal tersebut – rasa gatal pun berpindah tempat, sementara kulit bekas garukan terasa panas , dan bila saya telusuri rasa gatal itu dengan garukan, maka rasa gatal itu pun kembali pada tempat pertama kali rasa gatal itu muncul yang diikuti dengan rasa gatal di tempat lain. Sampai akhirnya hampir seluruh badan saya terasa gatal. Dan terkadang membuat saya gemas , tak bisa tidur karenanya, mau menyuruh orang lain untuk menggaruknya – sulit – karena tempat dimana rasa gatal itu terasa , tak ada bintik – bintik , bahkan permukaan kulit yang terasa gatal itu pun tidak memerah ( seperti hal nya orang sehat, bila kulit terasa gatal biasanya disekitar kulit yang terasa gatal tersebut akan memerah atau ada bintik ), hingga pada akhirnya saya menggunakan alat penggaruk yang membuat kulit saya terluka .
Dokter yang yang memeriksa saya pada saat gejala herpes ini menyerang tubuh saya - memang sudah memvonis , bahwa saya terjangkit herpes- karena saat itu di bagian belakang sebelah kiri atas tubuh saya – pada permukaan kulitnya memerah yang disertai dengan rasa ngilu dan sedikit demam dan berselang beberapa hari - pada sekitar kulit yang memerah tersebut akan sakit bila terkena sentuhan walau itu hanya sekedar goresan kain. Sehingga saya sulit mengenakan baju. Dan pada saat  awal itu pula saya diberi obat herpes berupa tablet dan salep. Untuk tablet saya harus memakannya setiap 4 jam sekali dan ada yang 3 kali dalam sehari, sedangkan salep dipergunakan manakala telah terjadi lepuhan pada kulit . Namun setelah obat habis ( sekitar 14 hari ) bagian belakang tubuh saya yang memerah tadi tidak melepuh dan kulitnya pun tidak “terbakar” seperti halnya gejala penyakit herpes yang dialami orang lain. Saya menduga bahwa saya akan sembuh dari herpes , sebab kulit pada bagaian kiri belakang tubuh saya yang memerah tersebut tidak terbakar dan otomatis lepuhan pada kulit itu pun tidak ada - hanya tinggal rasa gatal saja. Dan rasa gatal saat itu bisa hilang beberapa saat  bila diolesi salep pemberian dari dokter tersebut. Padahal sesungguhnya salep tersebut “bukan obat gatal”, kata sang dokter – saat saya konsultasi yang kedua kalinya sambil meminta salep itu, dan memang demikian adanya , rasa gatal itu tak pernah menghilang dari tubuh saya hingga saat ini.
Saya telah berupaya mencari tahu agar dapat menemukan obat yang dapat menyenyembuhkan   herpes seperti yang saya alami ini. Memang dalam banyak literatur tentang herpes yang saya peroleh – belum ada kesuaian antara yang saya alami dengan apa yang saya temukan dalam literatur tersebut, namun saya punya keyakinan – bahwa :
1.       pasti ada obat itu,
oleh karena itu , bila saja di antara Anda ada yang mempunyai obat yang cocok untuk penyakit yang saya derita ini , berkenan kiranya memberi tahu (share ) untuk saya memalui email di : kotajabon606@gmail.com, saya akan sangat berterima kasih untuk itu.

2.       ada juga penderita yang sejenis
di antara beberapa orang yang saya kenal , termasuk orang terdekat saya mengalami hal yang hampir sama dan termasuk jenis herpes – dan tentu saja masih banyak orang yang belum saya kenal yang sama menderita karena herpes – baginya saya mencoba share hal – hal yang berkenaan dengan herpes ; seperti  gejala awal , epidemi, mengurangi rasa sakit, pengobatan  ( sudah barangtentu dengan segala keterbasan ) sampai kita memperoleh kesembuhan dan berusaha dalam pencegahan bagi mereka yang sehat.